Selamat Ulang Tahun sahabatku.. mungkin terlalu dini aku mengucapkan semua ini.. tapi aku takut ketika hari itu tiba aku tak bisa mengucapkan sepatah katapun.. semoga Tuhan selalu berada di hatimu, semoga aku dan sahabatmu yang lain masih menempati tempat khusus di hatimu.. Karena kita akan selalu ada untukmu.. Meskipun jarak dan rutinitas memisahkan kita, tapi mereka selalu ada, begitu pula aku, Aku Ada.. Hope when we grow a day older, we can understand what is happening to you n all of us.. Don’t say that you’ll be gone before us, coz we don’t know who will be Back to Heaven’s Light first..
Sekian lama kita bersama, bertahun-tahun mendengarkan Curhat buat Sahabat, ternyata belum cukup untuk melihat, mendengar dan merasakan semua yang terjadi.. terima kasih yang tak terhingga atas Peluk mu dari kejauhan ketika aku rapuh..Terima kasih telah menemani ku terjaga sampai ku terTidur lelap.. Bahkan ketika hanya Cicak di Dinding yang menemaniku, kau selalu ada.. You’re my first line drug.. The srongest reliever..
Firasatku malam itu ternyata telah merubah segalanya.. Hanya maaf dalam hati yang bisa kuucapkan.. Hanya air mata yang tak kau lihat jawaban yang bisa kuberi.. Walaupun Hanya Isyarat yang kau minta, tapi ternyata aku tak cukup baik untuk menyanggupinya.. dan kini kau pun tahu, aku tahu, dia tahu, semua orang tahu, bahkan Malaikat Juga Tahu, siapa yang terbaik untukmu..
